Teknik CSR100 - Clasic Support Resisten Trading forex




forexbatam.com - Dalam bahasan sebelumnya pada topic support dan resistance, saya telah banyak menyebut bahwa garis support dan resistance (selanjutnya akan disingkat dengan SnR) akan terus terjadi selama garis itu tidak ditembus oleh harga secara dominan, nah ketika harga menembus level support dan resistance inilah yang kita maksud dengan break out.  Dan ketika harga memantul (tidak bisa menembus) di area support dan resistance disebut rejected atau ditolak.  Mari kita perjelas terlebih dahulu istilah-istilah tersebut diatas dengan gambar dibawah ini:

csr100
csr100

Coba perhatikan area support dan resistance pada char EUR / JPY h4 diatas, kotak pertama dari kiri tanggal 11-15 maret 2013. Garis kuning putus-putus adalah garis resistance, dan garis kuning tebal adalah garis support.  Perhatikan bagaimana harga ketika menyentuh atau mendekati level tersebut.  Pada bagian yang saya beri tanda kotak merah panjang adalah dimana harga tidak dapat menembus (break) garis SnR, atau ditolak (rejected) untuk memantul kembali ke area SnR sebelumnya.  Begitu pula pada kotak kedua pada tanggal 18-22 maret.

Break out terjadi pada kotak ketiga, dimana harga menembus garis support, pada chart diatas dapat kita lihat level support ditembus (break) oleh satu candle yang panjang.  Pada gambar diatas saya tandai dengan lingkaran kuning. Sebenarnya pada gambar grafik diatas ada dua kali break, tapi break yang pertama ditembus oleh GAP akhir pekan. Pembahasan gap dan break out oleh gap akan kita ulas dilain waktu saja.

Nah umumnya, level SnR jika ditembus oleh harga, ia akan melanjutkan pergerakannya.  Misalnya level resistance ditembus oleh harga maka perkiraannya harga akan terus naik menjauhi garis resistance yang ditembus tadi, dan garis resistance tersebut berubah fungsi menjadi garis support, ini yang disebut sebagai Resistance Become Support (RBS)


Resistance Become Support (RBS) dan Support Become Resistance (SBR)

Seperti sudah saya singgung sekilas diatas, level resistance jika ditembus oleh harga lalu harga menjauh dari level resistance tersebut, maka garis resistance itu berubah fungsi menjadi level support.  Pun begitu sebaliknya, jika support ditembus oleh harga, lalu harga terus menghujam kebawah menjauhi level support yang ditembus tadi, maka garis support yang sudah kita buat sebelumnya berubah fungsi menjadi level resistance (SBR).  Saya perjelas lagi, bahwa harga yang menembus area resistance itulah yang kita sebut sebagai breakout, ketika sebuah level resistance sudah dibreak secara dominan oleh harga maka level resistance tersebut berubah fungsi menjadi support. Mari perhatikan gambar dibawah:   

csr100



csr100

Semakin jelas bukan.  Setelah melihat gambar diatas, kita tau dimana level harga yang akan dituju oleh market. Berlatihlah membuat gambar seperti diatas, tentukan garis-garis support dan resistance-nya, amati bagaimana harga ketika mendekati atau menyentuh garis SnR, reject kah?  Atau break out kah? 

Jika break out, sejauh mana harga bergerak setelah break out?  Dan apa yang terjadi ketika harga kembali ke level SnR yang telah dibreak sebelumnya.  Berlatih terus dan terus, abaikan dulu bagaimana dan dimana harus entry.  Setelah mahir, kita akan tau bagaimana harga bergerak, jika sudah begitu, maka urusan entry menjadi hal yang mudah.  ​​Dilain kesempatan kita akan ulas untuk topic ini. 

Selamat mencoba, semoga bermanfaat ..




Berlangganan Melalui Email

Silahkan masukan email anda disini
Back to top