Aksi 'Tolak UWTO' Sudah Berakhir tapi Pekerja di Pelabuhan Batuampar Tetap Mogok. Apa yang Terjadi?




BATAM - Aksi mogok para pengusaha pelayaran masih berlangsung di Pelabuhan Batuampar, Batam, Rabu (16/11/2016).



Saat ini hanya ada tiga peruahaan yang beraktivitas di pelabuhuan tersebut.
Sekretaris Indonesia National Shipowners' Association (INSA) Batam Osman Hasyim, mengatakan, aksi mogok ini merupakan kelanjutan dari aksi mogok yang sudah dicanangkan para pengusaha di Batam yang memang rencananya digelar selama tiga hari mulai Senin (14/11/2016) lalu sampai hari ini.

"Kami sudah terlanjur sepakat untuk mogok sesuai rapat, Sabtu (12/11) lalu,"kata Osman, Rabu siang.

Dirinya mengaku, terkait penghentian aksi mulai hari ini karena sudah adanya keputusan dari Menko Perekonomian Darmin Nasution yang menunda pemberlakuan UWTO baru, pihaknya tidak sempat lagi sosialisasi kepada teman-teman yang lai.
"Karena waktunya kan mepet sekali. Sekarang yang beraktivitas ada tiga perusahaan,"tambahnya.
Waktu mepet yang dimaksud Osman ialah terkait dengan penundaan PMK 148 yang menjadi dasar kenaikan tarif layanan pelabuhan, pelayaran, dan kelautan di Batam, yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Ekonomi, Darmin Nasution, kemarin, Selasa (15/11/2016).
Osman mengaku, seluruh perusahaa telah meliburkan karyawan sejak kesepatan mogok ditandatangani.
Sebab itulah, ia tidak mungkin lagi memanggil karyawan untuk kembali bekerja.
Sedangkan perusahaan yang tetap melakukan aktivitas, katanya, juga sebagai bentuk apresiasi atas keputusan penundaan penerapan PMK 148 itu.
"Kami mengapresiasai menteri dan Dewan Kawasan atas penundaan PMK tersebut. Sebab, suda separuh keinginan masyarakat, khususnya dari pelayaran, telah dikabulkan. Kami berharap bisa segera ditindak lanjuti menjadi suatu keputusan yang final oleh menteri keuangan," katanya. (*)

sumber: tribunbatam


Berlangganan Melalui Email

Silahkan masukan email anda disini
Back to top