Teknik Strategi Hedging Dalam Trading Forex




Dalam trading forex, tingkat resiko yang mungkin terjadi selalu berubah. Tidak ada cara yang pasti untuk memperkirakan pergerakan suatu pasangan mata uang pada waktu yang akan datang. Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah membatasi resiko guna melindungi posisi trading kita atau lazim disebut dengan hedging (lindung nilai). Ada beberapa cara yang digunakan untuk melindungi posisi trading, namun dasar pemikirannya sama dan sederhana.
                                                    

Ketika Anda mempunyai posisi buy pada sebuah pasangan mata uang, Anda harus membuka posisi yang berlawanan (sell) guna melindungi posisi Anda, atau mengurangi resiko jika pergerakan harga bergerak turun. Dengan cara yang sama, Anda membuka posisi buy jika posisi awal Anda sell.
Berikut dua metode yang lazim digunakan dalam trading forex:

Cara hedging sederhanaJika Anda baru mencoba cara hedging, Anda bisa berlatih dengan cara yang sederhana. Cara ini kadang-kadang disebut dengan hedging langsung (direct hedging). Hal ini terjadi bila Anda mempunyai posisi buy dan posisi sell pada sebuah pasangan mata uang. Sebagai contoh, Anda trading pada pasangan EUR/USD dengan mulai membuka posisi buy pada harga 1.3000, tetapi setelah beberapa saat kemudian pergerakan harga mulai turun. Kemudian Anda membuka posisi sell, misal pada harga 1.2800.

Jika dari analisa selanjutnya pergerakan harga Anda perkirakan akan turun, maka Anda bisa menutup posisi buy dengan hasil loss, dan membiarkan posisi sell yang kemungkinan besar akan menghasilkan profit. Namun jika Anda tidak yakin kearah mana harga akan bergerak, Anda bisa membiarkan kedua posisi tersebut terbuka hingga tampak sinyal yang pasti. Anda juga bisa menambahkan level stop loss pada salah satu atau kedua posisi tersebut.

Kesulitan yang sering dialami dengan cara ini adalah ketika pergerakan harga tidak menentu kita akan sulit menentukan posisi mana yang akan kita tutup terlebih dahulu. Jika kedua posisi tersebut telah kena (harga telah pernah mencapai kedua level hedging tersebut) maka kita pasti akan loss sebesar jarak pip hedging yang telah kita buka. Dalam contoh diatas pip hedging kita adalah 1.3000-1.2800 = 200 pip.

Trading pada beberapa pasangan mata uang
Karena ada broker yang melarang menggunakan cara hedging sederhana seperti diatas sesuai dengan peraturan regulatornya, maka trader mensiasatinya dengan trading pada beberapa pasangan mata uang  yang memiliki korelasi. Sebagai contoh jika Anda membuka posisi buy pada pasangan EUR/USD dan beberapa saat kemudian harga mulai bergerak turun. Anda bisa membuka lagi posisi buy pada pasangan USD/CHF karena dari data historis USD/CHF memiliki korelasi negatif terhadap EUR/USD.

Jika USD memang menguat terhadap semua mata uang utama, maka EUR/USD akan turun dan USD/CHF akan naik. Anda bisa cut loss posisi buy pada EUR/USD dan membiarkan posisi USD/CHF yang kemungkinan besar akan profit. Selain membuka posisi buy pada USD/CHF, sebagai alternatif Anda bisa juga membuka posisi sell pada pasangan GBP/USD karena dari data historisnya GBP/USD memiliki korelasi positif terhadap EUR/USD. Jika USD menguat, Anda bisa cut loss posisi buy EUR/USD dan membiarkan posisi sell GBP/USD dengan kemungkinan besar akan profit.

Kelemahan cara hedging ini adalah bahwa hubungan korelasi antar pasangan mata uang tidak linier, suatu saat korelasinya bisa kuat dan kadang-kadang bisa melemah. Walau demikian dengan hedging paling tidak Anda bisa melindungi posisi trading Anda dengan meminimalisir kerugian.

Sumber : www.forexcrunch.com : Forex Hedging Strategies to Protect Investments


Berlangganan Melalui Email

Silahkan masukan email anda disini
Back to top