Peluang Dari Metode Scaling Out




forexbatam.net - Trading Forex bisa dikatakan bagian dari seni. Sebab ketika melakukan trade, baik ketika menempatkan open position maupun saat melakukan close position, trader tidak bisa melakukannya dengan seenaknya. Diperlukan kejelian terhadap detail situasi trade. 

scalping

Meski demikian, pada prakteknya banyak trader yang tak mengacuhkan hal ini. 
Mereka sering mencoba menutup seluruh posisi dalam trading mereka dengan satu tindakan. Akibatya acapkali mereka mendapat keuntungan yang tak pasti. 

Sebenarnya ada banyak teknik-teknik jitu yang bisa diandalkan trader untuk mendulang profit. Salah satunya adalah menggunakan scaling out. Scaling dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Artikel ini akan membahas bagaimana trader keluar dari posisi dengan memanfaatkan metode scaling dengan memanfaatkan jenis manajemen trading.


Mengapa butuh Scaling Out?Secara kasat mata, trader yang memanfaatkan scaling out akan terlihat seperti orang serakah. Mengapa demikian? Penyebabnya adalah saat profit, trader dengan metode ini akan mencoba open position baru dengan harapan mendapatkan keuntungan lebih dari sebelumnya.

Tak seorang tahu tahu berapa lama trend akan berlanjut, atau berapa banyak pips yang dapat dihasilkan dari satu posisi. Namun metode scaling out memungkinkan trader untuk mengamati pasar. Sehingga trader dapat memanfaatkan pembalikan sebagai langkah awal untuk keluar posisi tradingnya, sekaligus sebagai cara menghilangkan risiko awalnya.

Contoh:
Ada seorang trader membuka trading menjelang NFP (Non-farm payrolls) dan sedang berada pada open position dengan stop loss 50 pips. Jika ia memutuskan untuk menggunakan rasio 1:1, trader tersebut kemungkinan melihat 2 kemungkinan take profit sebanyak 50 pips atau terkena stop loss sebanyak 50 pips.

Mari lihat dari sudut pandang yang scaling out. Jika pasar bergerak 50 pips, sesuai dengan arah yang diprediksi trader, sementara ia berada pada open position. Maka trader dapat mengeluarkan (scale out) sebanyak ¼ dari posisinya. Selanjutnya trader dapat menempatkan stop mereka pada posisi breakeven. Sehingga bila hal buruk terjadi, katakanlah harga tiba-tiba saja bergerak ke arah yang berlawanan, trader masih memiliki 3/4 dari posisi mereka. Meskipun tidak mendapatkan profit, tetapi setidaknya trader tidak mengalami kerugian.

Sebaliknya, jika harga bergerak naik 100 pips, trader bisa memilih untuk mengambil 1/4 bagian dari posisinya. Dan mungkin menyesuaikan breakeven-nya pada titik di mana trader dapat menghasilkan keuntungan tambahan. Jika harga naik kembali sebanyak 50 pips, trader dapat mengeluarkan 1/4 bagian lagi dari posisinya. Untuk lebih jelasnya, simak gambar grafik berikut:




Manfaat dari hasil menggunakan metode scaling out adalah bisa menghasilkan profit yang sebesar-besarnya dengan risiko kerugian yang sekecil-kecilnya. Bukankah ini adalah suatu hal yang sangat diinginkan oleh trader dan sekarang Anda telah mengetahui caranya.

Kapan Scaling-Out digunakan?Scaling out sebaiknya digunakan ketika terjadi trend. Jika memang ada suatu pergerakan dan diperkirakan mengalami suatu trend panjang, kenapa tidak menggunakan scaling out saja? Dalam tren, atau pasar breakout, harga bergerak dengan bias dalam satu arah.

Baca juga: kesalahan besar trader adalah over trading


Sumber: 
dailyfx.com


Berlangganan Melalui Email

Silahkan masukan email anda disini
Back to top