Memahami kondisi pasar dari kasus george soros part 3




Pasar uang memberikan sebuah jalan keluar untuk investasi bagi kalangan perusahaan, lembaga keuangan dan pemerintah yang memilki dana berlebih dalam jangka pendek dan ingin memperoleh sejumlah penghasilan atas dana menganggur tersebut untuk sementara waktu. Jadi fungsi pokok dari pasar uang adalah untuk mempertemukan kedua kalangan tersebut sehingga memungkinkan terjadinya pinjam-meminjam.

memahami kondisi pasar uang 2


Kebutuhan akan pasar uang
Ada beberapa alasan mengapa dibutuhkan pasar uang. Pertama, bagi kebanyakan perorangan dan lembaga (badan usaha dan pemerintah), keluar dan masuknya kas jarang bersesuaian satu sama lain secara sempurna, baik menyangkut jumlah dana maupun waktu dari penerimaan dan pengeluaran.

Pada saat posisi dana surplus (penerimaan melebihi pengeluaran), terjadi dana menganggur sehingga dapat digunakan untuk melakukan investasi di pasar uang sebagai kreditur. Sebaliknya pada posisi defisit (pengeluaran lebih besar dari pendapatan), terjadi kekurangan dana dan memanfaatkan pasar uang sebagai debitur untuk menutupi kebutuhan kas adalah hal yang tepat untuk dilakukan. Jadi jelas bahwa pasar uang berfungsi sebagai jembatan guna mengelola secara optimal atas kesenjangan (gap) yang terjadi antara penerimaan dan pengeluaran kas.

Tujuan investor pasar uang
Para investor pasar uang terutama mencari keamanan dan likuiditas ditambah dengan peluang untuk memperoleh penghasilan bunga. Hal ini karena dana-dana yang diinvestasikan dipasar uang hanya mencerminkan surplus dana yang bersifat sementara dan biasanya dalam waktu dekat dibutuhkan untuk memenuhi kwajiban pajak, menutup biaya upah dan gaji, membayar dividen untuk para pemegang saham, dan sebagainya.

Karena alasan inilah investor di pasar uang peka terhadap resiko. Tolakan terhadap resiko di kalangan investor pasar uang akan terbukti ketika ada indikasi kesulitan dalam kondisi keuangan dari debitur besar di pasar uang.

Jenis resiko investasi
Investor menghadapi beberapa jenis resiko di pasar keuangan. Semua sekuritas termasuk instrument pasar uang mengandung resiko pasar (kadangkala disebut resiko bunga), yaitu adanya bahaya bahwa harganya akan turun dan tingkat bunga naik, sehingga investor dapat menderita kerugian modal.

Bahkan treasury notes dan treasury bonds di Amerika Serikat akan mengalami penurunan jika tingkat bunga naik. Ketika tingkat bunga turun, terdapat resiko reinvestasi dari investor, yaitu resiko pendapatan dari kredit atau sekuritas yang terpaksa direinvestasikan pada redit atau sekuritas yang memberikan hasil lebih rendah di kemudian hari. Bahkan sekuritas pemerintah dapat membawa resiko reinvestasi.

Sementara itu, sekuritas yang diterbitkan swasta dan pemerintah mengandung resiko ingkar janji (default risk) karena adanya probabilitas bahwa debitur akan gagal untuk memenuhi sebagian atau seluruh pembayaran utang pokok beserta bunga yang dijanjikan.

Dari sisi kreditur, terdapat resiko dari kenaikan tingkat harga rata-rata barang dan jasa. Ini juga disebut sebagai resiko inflasi atau daya beli. Pihak kreditur biasanya berusaha menetralisasi inflasi di masa mendatang ini dengan menetapkan tarif kontrak yang lebih tinggi untuk kredit yang diberikan. Investor nasional juga menghadapi resiko mata uang yaitu kemungkinan kerugian karena perubahan yang tak menguntungkan dari nilai mata uang asing. Sebagai contoh, bila Investor Amerika membeli treasury bills Inggris di pasar uang London, penghasilan dari Bills ini dapat merosot tajam bila nilai Poundsterling jatuh dibanding Dolar sepanjang umur investasi.
Terakhir, resiko juga bisa datang dari aspek politik. Faktor ini biasanya terjadi sebagai akibat dari perubahan hukum dan undang-undang yang ditetapkan pemerintah. Resiko politik ini berakibat pada menurunnya tingkat penghasilan investor atau kerugian total dari modal yang diinvestasikan.

( Bersambung )


Berlangganan Melalui Email

Silahkan masukan email anda disini
Back to top