Sang penggerak harga




Siapa yang menggerakan pasar forex?

Apa dan siapa yang menggerakan mata uang Bagaimana harga suatu mata uang bisa melambung tinggi dan terperosot dalam?
Banyak trader yang tidak paham betul akan sebab terjadinya (naik / turunnya) harga ini. Sebagian dari mereka justru menganggap remeh (menganggap tidak perlu memahami faktor penggerak harga). Padahal dalam prakteknya, dengan memahami faktor penggerak harga ini kita akan sangat terbantu dalam melakukan trading forex. Tidak hanya untuk meraih profit, tapi juga meraih profit secara optimal!
Secara garis besar, harga-mata uang-bergerak karena adanya dinamika penawaran dan permintaan (supply and demand). Hal ini tak terlepas dari hukum penawaran dan permintaan. Sekadar mengingatkan apa itu hukum penawaran dan permintaan:

Hukum penawaran ( low of supply)
hubungan positif antara harga dan kuantitas barang yang ditawarkan. Harga yang terjadi di pasar akan berbanding lurus dengan kuantitas barang yang ditawarkan: Peningkatan harga pasar akan mengakibatkan meningkatnya kuantitas item yang ditawarkan, dan penurunan harga pasar akan mengakibatkan penurunan kuantitas barang yang ditawarkan. Gambarannya: ketika seorang vendor menemukan harga dari produknya sedang tinggi, penjual tersebut tentu akan membuat produk yang lebih banyak lagi agar bisa meraup untung lebih besar. Namun, ketika harga sedang rendah, penjual tersebut pun akan menjual barang tersebut seadanya.

Hukum permintaan (low of demand) 
hubungan negatif antara harga dengan kuantitas barang yang diminta: Semakin tinggi harga, semakin rendah kuantitas barang yang diminta. Sebaliknya, semakin rendah harga maka akan semakin tinggi kuantitas barang yang diminta. Ambil contoh ketika Anda ingin membeli sesuatu, pasti Anda berharap barang yang akan Anda beli harganya rendah / murah sehingga Anda bisa membeli barang tersebut dengan jumlah yang lebih banyak. Namun, jika ternyata harga sedang tinggi, kebanyakan orang pasti akan membeli dengan jumlah sedikit karena uang yang dimilikinya terbatas atau mencari barang pengganti yang harganya lebih murah.
Tidak cukup sampai disitu, dinamika penawaran dan permintaan pun dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: fundamental, teknis, dan psikologis. Faktor inilah yang harus benar-benar dipahami oleh trader karena faktor-faktor ini pula yang pada nantinya dapat dijadikan acuan oleh trader dalam melakukan analisis. Berikut penjelasan masing-masing faktor tersebut:

Faktor fundamental penting untuk dipelajari karena faktor inilah yang menjadi aktor utama di balik peristiwa pergerakan harga. Sebuah trend pergerakan harga baru seringkali tercipta karena adanya faktor fundamental. Dengan kata lain, faktor fundamental adalah faktor yang sangat berpengaruh atas terjadinya pergerakan harga sehingga berhubungan langsung dengan perubahan nilai mata uang.
Jika sekarang ada yang bertanya: "mengapa demikian?" Maka izinkanlah saya menanggapi: "begini ceritanya: ... (diiringi aungan serigala)" Lho? Kok horor, yah ?! Brrrr! Cukup ah Intermezzo-nya!
Faktor fundamental merupakan faktor yang didalamnya terdapat indikator-indikator global, seperti: kondisi perekonomian, kebijakan moneter, kebijakan politis, kondisi geopolitis, dan lain sebagainya sangat sensitif terhadap keputusan pelaku pasar sehingga dampaknya dapat dirasakan atau dilihat langsung melalui pergerakan harga mata uang yang bersangkutan. Analisis yang mengacu pada indikator ini disebut analisis fundamental (lebih lanjut di bab Analisis Fundamental), dan trader yang menggunakan analisa fundamental dalam menunjang tradingnya disebut fundament.

Faktor ini bisa dibilang hanyalah faktor turunan dari faktor fundamental, yang keduanya sama-sama mengacu pada indikator-indikator. Namun, berbeda dengan indikator yang ada pada faktor fundamental, indikator faktor teknis tidak mengacu kepada indikator global melainkan hanya pada indikator-indikator yang tersedia dalam sebuah chart.

Meskipun tidak berdampak langsung pada pergerakan harga dominan, faktor teknis seringkali menggambarkan keputusan eksekusi yang dilakukan dengan para pelaku pasar dan berpengaruh terhadap pergerakan harga secara agregat. Akibatnya, harga seakan-akan dapat bergerak mengikuti acuan-acuan teknis yang ada.

Analisis yang mengacu pada indikator-indikator teknis disebut analisis teknis. Dalam prakteknya, analisis teknis sama sekali tidak melirik pada kondisi ekonomi, politis, atau geopolitis yang ada, melainkan murni berdasarkan-pengamatan-aktivitas pergerakan harga yang sudah-dan sedang-terjadi. (Lebih lanjut di bab AnalisisTeknikal).

Trader yang menggunakan analisis ini sebagai penunjang tradingnya disebut trader teknis atau bisa juga disebut teknisi. Kendati tidak mengacu pada indikator global, trader teknis tetap tidak bisa mengesampingkan faktor fundamental yang ada karena tren dominan-atau dikenal dengan istilah major trend-hanya dapat tercipta dikarenakan oleh adanya faktor fundamental. Mereka (pedagang teknis-red) tidak dapat menyebabkan sebuah trend pergerakan harga tercipta, sehingga mereka hanya bersikap latah (ikut-ikutan) atas apa yang telah terjadi dan berusaha memanfaatkan fluktuasi harga yang sedang terjadi, namun tetap mengutamakan tren dominan sebagai acuan.

Posisi transaksi yang berlawanan dengan arah tren dominan dapat dipastikan akan membawa bencana (baca: kerugian besar) kepada si pelakunya. Maka dari itu, jangan pernah Anda-sekali pun-melawan arah pergerakan tren dominan. Barangkali itulah maksud pesan yang disampaikan pepatah dunia investasi, "Trend is friend, do not fight the trend!" (Tentang tren, akan dikupas tuntas di bab "TREND")

Karena manusia memiliki daya ingat, harga pun memiliki daya ingat. Harga yang bergerak adalah bentuk dari kelompok persepsi manusia (baca: trader). Persepsi yang saya maksud di sini adalah pemikiran trader yang sifatnya menyimpulkan atas suatu rumor beredar dan dapat mempengaruhi pengambilan keputusan transaksinya, entah itu 'buy' atau 'sell'. Persepsi mana yang paling kuat, itulah yang akan tergambar pada pergerakan harga.

Misalnya: akan ada pengumuman penanggulangan krisis di wilayah Eropa oleh bank sentral Eropa (ECB). Normalnya, dampak dari suatu berita fundamental seperti ini baru akan mempengaruhi pergerakan harga mata uang (dalam hal ini euro) setelah berita dirilis. Akan tetapi, seringkali harga justru sudah bergerak lebih dulu (dalam hal ini bergerak melambung tinggi) sesaat sebelum dirilisnya berita, dikarenakan rumor yang beredar. Namun, begitu berita benar-benar dirilis dan ECB sepakat untuk memberikan stimulus yang notabene seharusnya dapat membuat pelaku pasar euro optimis, harga justru malah terkoreksi tajam hingga mencapai level sebelumnya-atau bahkan lebih dalam.

Hal seperti tadi dikenal dengan istilah 'buy the rumour, sell the fact'. Karena dalam forex kita memiliki dua arah transaksi, bisa juga dong kalo kutipan tadi saya balik jadi 'sell the rumour, buy the fact'? Hm .. Alus? Sah? Saaah! Hehehe. Kondisi seperti inilah yang hanya dapat dijelaskan dari sisi-sisi psikologis, bukan dari sisi fundamental bukan pula teknis. Pada kenyataannya, sedikit sekali trader yang mampu memahami sisi psikologis ini. Barang siapa mampu memahaminya, dialah yang akan menuai untung lebih banyak. Tidak hanya wanita yang ingin dimengerti, harga pun sama (ingin dimengerti). Deuhhh .. Jadilah inget lagunya ADA Band yang judulnya "Karena Harga pun Ingin Dimengerti" #MAKSA. Kurang-lebih seperti itulah yang dimaksud dengan psikologi pasar (market psycologic). Jam terbang akan dengan sendirinya mengajarkan Anda akan semua hal tadi. So, ga perlu berpikir harus ambil kuliah psikologi dulu untuk bisa mahir psikologi pasar. Apalagi sampe ngebela-belain bersemedi di gunung-gunung. No need to do that! Hehehe!

Dan, akhirnya dari penjelasan-penjelasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa sang penggerak harga mata uang sebenarnya tidak lain dan tidak bukan adalah manusia itu sendiri. Dan dalam pengambilan keputusannya, manusia (baca: trader) akan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti yang sudah dijelaskan di atas. Mungkin kutipan HARGA perlu saya tegaskan kembali: "Karena manusia memiliki daya ingat, harga pun pasti memiliki daya ingat. Dan, memahami harga akan lebih "menguntungkan" ketimbang memahami wanita ". Hehehe!


Salam profit



Berlangganan Melalui Email

Silahkan masukan email anda disini
Back to top